CARA KONFIGURASI OSPF(Single Area)
OSPF (Open Shortest Path First) (Single
Area)
Nah di dalam Dynamic Routing terdapat Protocol
OSPF. Nah di jaman sekarang Protocol yang sering digunakan yaitu EIGRP
& OSPF. Mengapa ? Karena Protocol kedua ini mampu untuk menampung
Router yang sangat banyak.
Tidak seperti RIP. RIP hanya
mampu menampung sekitar 15 Router, jika Router nya lebih dari 15. Maka akan
dianggap “Destination Host unreacheable”.
Seharusnya sih hal ini saya beritahu diawal RIP tadi hehe. Karena
kelupaan jadi saya jelaskan di materi OSPF saja.
OSPF berjalan
berdasarkan sistem Link State, jadi Prokol ini mengetahui seluruh informasi
Router. Administrative Distance untuk OSPF ini ialah 110.
Apa itu Administrative Distance? Nah
untuk penjelasan Administrative Distance akan saya jelaskan di
materi-materi selanjutnya.
Di Protokol OSPF ini, terdapat 2 macam
yaitu OSPF (Single Area) & OSPF (Multiple Area).
Karena di Lab ini kita akan mencoba OSPF
(Single Area) terlebih dahulu, maka kali ini saya akan menjelaskan tentang
apa itu Single Area terlebih dahulu.
Mengapa dinamakan Single Area ? Karena
saat kita mengkonfigurasikan semua Router OSPF, kita hanya
mengkonfigurasikan 1 Area di Router” tersebut.
Nah ketika misalnya ada kerusakan di 1 Router,
maka yang akan terkena dampaknya yaitu semua Router yang terdapat di Area
tersebut. Inilah sedikit kekurangan dari Single Area.
Untuk
topologi seperti di bawah ini

Seperti biasa, awal konfigurasi kita tambahkan
ip Addres terlabih dahulu di setiap routernya.
·
Konfigurasi router Bogor
Router>en
Router# conf t
Router(config)#int fa1/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 12.12.12.1 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa0/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
·
Konfigurasi Router Jakarta
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 12.12.12.2 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa8/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa1/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 23.23.23.2 255.255.255.0
·
Konfigurasi Router Batam
Router>en
Router#conf t
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 23.23.23.3 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa1/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa6/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 34.34.34.3 255.255.255.0
·
Konfigurasi Router Cendana
Router>en
Router#no sh
Router(config)#int fa0/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 34.34.34.4 255.255.255.0
Router(config-if)#
Router(config-if)#int fa1/0
Router(config-if)#no sh
Router(config-if)#ip add 40.40.40.1 255.255.255.0
Selanjutnya, jangan lupa untuk menambahkan IP Address &
Gateway di setipa PC nya.
·
PC0

·
PC1

·
PC2

·
PC3

Setelah kita telah selesai
memasukkan IP Address & Gateaway di setiap PC nya. Selanjutnya marilah kita
konfigurasikan OSPF (Single Area). Untuk Konfigurasi OSPF (Single
Area), kita Konfigurasikan semua Area di Router tersebut ialah Area 0. Ya
namanya Single Area berarti Area cuman hanya ada 1.
Kok Single Area pakenya Area 0?
kenapa ngga Area 1, Area 2 sama Area yang angka selain 0 aja? Nah di OSPF
ini ada yang namanya Area 0 biasa disebut dengan Area Backbone
(Area yang sangat penting).
Apa itu Area Backbone? Nah
di Area ini adalah tempat bertemunya seluruh Area-area lain yang ada di
Protokol OSPF ini. Nah diibaratkan ketika Router baru nyala dan tidak
mengetahui informasi Router lain, maka semua Router akan berkumpul di Area
0/Backbone dan saling menukarkan Informasi.
Area 0 (Backbone) ini sangat penting di OSPF, syarat
Router tersebut menjadi protokol OSPF yaitu Router tersebut harus
terhubung langsung (Directly Connected) ke Area 0 (Backbone). Oke sekarang kita balik melanjutkan
Konfigurasi OSPF nya.
·
Konfigurasi
Router Bogor
Router(config)#Router ospf 1
Router(config-Router)#network
10.10.10.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network
12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
·
Konfigurasi Router Jakarta
Router(config)#Router ospf 2
Router(config-Router)#network
12.12.12.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network
20.20.20.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network
23.23.23.0 0.0.0.255 area 0
·
Konfigurasi Router Batam
Router(config)#Router ospf 3
Router(config-Router)#network
23.23.23.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network
30.30.30.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network
34.34.34.0 0.0.0.255 area 0
·
Konfigurasi Router Cendana
Router(config)#Router ospf 4
Router(config-Router)#network
34.34.34.0 0.0.0.255 area 0
Router(config-Router)#network 34.34.34.0 0.0.0.255 area 0
Penjelasan Konfigurasi :
·
Router
OSPF 1, 2, 3, 4, dll adalah
Proses ID, nah kalo di Router RIP, EIGRP kita mengenalnya dengan sebutan “Autonomous
System” dan di Autonomous System tersebut harus sama di setiap
Routernya. Tetapi kalo di OSPF kita mengenalnya dengan sebutan Proses ID,
nah Proses ID ini boleh beda di setiap Routernya.
·
Network
23.23.23.0, 30.30.30.0, dll
untuk mengenalkan Network yang terhubung di Router kita ke Tabel Routing nya.
Dan Area 0 untuk menentukan Area di Network tersebut.
Setelah kita telah mengkonfigurasikan OSPF di setiap Routernya,
pastikan semua PC sudah bisa melakukan PING ke PC lain.
·
PING dari
PC0

·
PING dari PC1

·
PING dari PC2

·
PING dari PC3

Ok, Konfigurasi OSPF(Single
Area) sudah Selesai
Terima kasih telah berkunjung ke blog saya:)
Komentar
Posting Komentar